KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah kembali memperkuat upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi melalui Lokakarya Literasi Digital tingkat provinsi.
Mengangkat tema “Membangun Konten Digital Berbasis Kearifan Lokal,” kegiatan ini bertujuan melahirkan kreator digital yang mampu mempromosikan nilai-nilai budaya daerah secara bijak dan produktif.
Lokakarya yang digelar di Kota Kendari ini diikuti secara antusias oleh beragam kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar SMA dan SMK, hingga masyarakat umum yang bersemangat untuk meningkatkan keterampilan literasi digital.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tenggara, Usnia, SKM., M.KM, menegaskan bahwa literasi digital jauh melampaui kemampuan teknis belaka.
“Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga memahami bagaimana informasi dikelola, disampaikan, dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab,” ujar Usnia.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang melalui tiga pendekatan utama yang saling melengkapi untuk mencapai hasil yang maksimal dengan berbagai pendekatan.
Usnia berharap lokakarya ini menjadi ruang kolaborasi produktif bagi masyarakat untuk memperkaya wawasan dan mengasah keterampilan berkreasi di dunia digital.
“Melalui kegiatan literasi ini, kita berharap dapat memberikan pemahaman konseptual dan praktikal tentang literasi digital, sekaligus mendiskusikan strategi penerapannya dalam rangka pengembangan konten literasi berbasis kearifan lokal,” tandasnya
Laporan: Am






