KONAWE UTARA – Potensi perkebunan cengkeh di Desa Padaleu, Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), kini mulai diperkenalkan melalui platform digital. Desa yang kayak potensi cengkeh itu telah memiliki website yang memuat informasi dan potensi wilayah, serta peta fisik yang membantu pemerintah desa melihat kondisi dan batas wilayah secara lebih jelas.
Website dan peta wilayah ini hadir berkat program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Batch 2 Universitas Halu Oleo (UHO) yang berlangsung sejak 19 Juli hingga 17 Agustus 2026. Inisiatif tersebut menjadi langkah awal Desa Padaleu dalam mendorong digitalisasi informasi sekaligus memperkuat pengelolaan potensi lokal.
Selama 30 hari di Desa Padaleu, para peserta KKN merancang platform digital berupa website untuk membantu memodernisasi tata kelola informasi desa sekaligus mengoptimalkan potensi perkebunan cengkeh yang menjadi salah satu komoditas unggulan warga.
Selain website dan peta fisik wilayah, mahasiswa KKN UHO juga mengembangkan sejumlah program pendukung, di antaranya produksi video promosi perkebunan cengkeh dan film dokumenter yang mengangkat kearifan lokal.
Hasil kerja mereka pun mendapat apresiasi dari Kepala Desa Padaleu, Masiudin, yang menilai mahasiswa KKN UHO mampu menjawab kebutuhan warganya, terutama dalam hal keterbukaan informasi dan perencanaan pembangunan.
“Inovasi ini sangat menjawab kebutuhan Desa Padaleu saat ini. Pembuatan website dan peta fisik wilayah bukan sekadar proyek formalitas, melainkan langkah nyata untuk membawa desa kami masuk ke era digital,” ujar Masiudin saat ditemui di Kantor Desa Padaleu, Senin (3/8/2026).
Keberadaan website itu, lanjut Masiudin, dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi cengkeh Desa Padaleu kepada masyarakat yang lebih luas. Begitu pula dengan peta fisik, yang digadang dapat membantu pemerintah desa dalam memetakan batas wilayah.
“Dengan adanya website, potensi cengkeh kebanggaan warga bisa dikenal lebih luas, sementara peta fisik sangat membantu kami memetakan batas wilayah dan merencanakan pembangunan ke depan,” lanjutnya.
Dukungan positif juga mengalir dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UHO kelompok Desa Padaleu, Dr. Hj. Rostin, SE., M.Si dirinya turut memberikan apresiasi terhadap program yang dijalankan mahasiswa yang bimbingannya selama berada di lokasi pengabdian.
Menurutnya, kombinasi antara pemetaan wilayah, digitalisasi informasi desa, serta promosi potensi perkebunan menjadi pendekatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Inisiatif mahasiswa KKN UHO di Desa Padaleu sangat relevan dengan kebutuhan warga. Kombinasi peta digital dan fisik serta pemberdayaan kebun cengkeh menjadi solusi terintegrasi yang nyata,” ucapnya.
Ia optimistis program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam mendukung pembangunan dan pengembangan ekonomi Desa Padaleu.
Sesuai namanya “KKN Berdampak”, para mahasiswa ini membuktikan bahwa program yang dijalankan bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik. Melainkan harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat Desa Padaleu bahkan ketika masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Hal itu diungkapkan Koordinator Desa (Kordes) KKN UHO, Khalifah Adam Ahmad, di sela acara penarikan mahasiswa KKN di Desa Padaleu, Senin (17/8/2026).
“Kami berharap kehadiran website resmi, pemetaan wilayah secara presisi, serta publikasi potensi cengkeh dapat menjadi fondasi kuat bagi tata kelola pemerintah desa,” kata Khalifah.
Khalifah berharap warga Desa Padaleu dapat memanfaatkan berbagai produk digital tersebut untuk memperkuat promosi potensi ekonomi lokal sekaligus mendukung perencanaan pembangunan desa.
“Kami memimpikan Desa Padaleu mampu melangkah percaya diri menuju kemandirian digital, di mana potensi ekonomi lokal semakin dikenal dan batas wilayah terpetakan dengan akurat untuk pembangunan yang tepat sasaran,” pungkasnya.
Adapun website desa diarahkan sebagai pusat informasi resmi sekaligus media publikasi potensi lokal. Platform tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan informasi publik dan program pembangunan kepada masyarakat.
Sementara peta fisik wilayah disusun untuk membantu memperjelas batas wilayah Desa Padaleu dan menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pembangunan serta penataan ruang desa.
Untuk memperkuat promosi ekonomi lokal, mahasiswa juga memproduksi video promosi perkebunan cengkeh. Komoditas cengkeh yang berlimpah dikemas secara visual agar memiliki daya tarik promosi digital guna memperluas jangkauan pengenalannya melalui media digital.
Selain itu, para mahasiswa juga turut membuat film dokumenter yang merekam kearifan lokal, identitas, serta aktivitas masyarakat Desa Padaleu. Dokumentasi itu menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai lokal sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Dengan sejumlah produk tersebut, program KKN UHO di Desa Padaleu meninggalkan sejumlah sarana yang dapat terus dikembangkan pemerintah desa untuk memperkuat informasi, promosi potensi lokal, dan perencanaan pembangunan.










